Home > Parenting Skill > Mencegah Osteoporosis
Mencegah Osteoprosis

Apa itu Osteoporosis

Osteoporosis adalah hilangnya sejumlah massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos sampai melewati ambang batas twrjadilah patah tulang.

Kebanyakan orang menganggap tua dan bongkok itu sebagai hal yang biasa terjadi secara bersamaan. Sebagaimana kulit yang akan menjadi kendur dan keriput, rambut yang jadi putih beruban, mata yang menjadi kabur, maka tulang juga mesti menjadi lemah dan rapuh.

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah orang tua tersebut terserang osteoporosis. Memang osteoporosis merupakan hal yang alamiah terjadi pada setiap orang bersama dengan bertambahnya usia. Akan tetapi sebenarnya osteoporosis ini dapat kita cegah seminimal mungkin.

Pembentukan Tulang

Keseluruhan tubuh kita disangga oleh tulang rangka yang mempunyai dua tugas yaitu sebagai penyokong tubuh agar bisa tegak dan sebagai pelindung organ-organ dalam kita. Tulang rangka juga menjadi tempat pembentukan sel darah dan menyimpan 99% dari kalsium tubuh.

Bagian-bagian dari tulang bisa kita bedakan menjadi dua yaitu bagian luar yang keras (Kortikal) dan bagian dalam yang lembut (trabekula) yang dipenuhi kolagen yang mengandung mineral terutama kalsium dan fosfat.

Dalam pembentukan tulang tersebut ada dua sel yang berperan yaitu osteoblast dan osteoclast. Osteoblast menggunakan kalsium yang kita konsumsi untuk membangun tulang baru. Sedangkan osteoclast justru sebaliknya yaitu mengikis tulang sehingga kalsium dan fosfat akan terlepas ke aliran darah.

Proses ini terjafi terus menerus mulai kita lahir sampai tulang mencapai puncak kepadatan (Peak Bone Mass) dengan kecepatan yang berbeda-beda mengikuti tahapan dan usia.

Ketika kanak-kanak prises pembentukan terjadi lebih cepat dari pengikisannya. Saat remaja peningkatan hormonr menyebabkan pertumbuhan tulang baru terutama tulang bagian luar (kortikal) terjadi dengan cepat sehingga remaja terlihat cepat sekali menjadi tinggi. Setelah memasuki awal dewasa pertumbuhan tulang masih berlangsung pesat terutama pada bagian trabekula sehingga kepadatan tulang terus bertambah.

Peoses pembentukan tulang ini sangat dipengaruhi oleh:

  1. Jumlah konsumsi kalsium
  2. Vitamin D yang nembantu penyerapan kalsium
  3. Kadar hormon yang mempengaruhi kerja osteiblast dan osteoclast
  4. Olahraga
  5. Menghindari hal-hal yang mengurangi penyerapan kalsium

Memasuki usia 30 tahun tulang mencapai kepadatan puncajnya. Pada keadaan normal proses pembentukan dan penyerapan tulang terjadi secara seimbang. Apabila pada saat ini tubuh kita nengalami kekurangan kalsium, maka tubuh akan mangambil tabungan kalsium dari tulang kita sehingga tulang kita akan semakin nenipis.

Penyusutan tulang ini terutama terjadi pada tulang trabekala sehingga walau struktur tulang masih tetap, tetapi vagian dalamnya menjadi semakin tipis, tidak padat, berlubang-lubang dan bahkan jadi berongga.

Pencegahan Osteoporosis

Mengibgat besarnya kerugian akibat osteoporosis, maka sangat bijaksana bila kita mengambil langkah-langkah pencegahan. Seorang wanita muda bisa meningkatkan massa tulang mereka sampai 20% bila mereka menerapkan pila gidup yang benar, abtara lain:

1. Konsumsi kalsium 1000-1200 mg/hr

Kalsium ini bisa didapatkan dari makanan sehari-hari. Makanan yang banyak mengandung kalsiun seperti susu, keju, yoghurt, ikan sardin, ikan teri. Banyak juga sayuran yang kaya kalsium yaitu brokoli, kubis, tauge, bayam, daun kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, dan aneka jeruk. Namun terkadang karena alasan penyakit yang lain seperti darah tinggi, asam urat, kolesterol dan lain-lain kadang kita menghindari makanan tersebut. Untuk itu pemenuhan kalsium bisa kita dapat dari suplemen kalsium.

2. Konsumsi Vitamin D

Tubuh membutuhkan vitamin D untuk mengantarkan kalsium ke tulang. Sumber alami vitamin D yang murah adalah paparan sinar matahari. Berjemur 10-15 menit/hari sevanyak tiga kali dalam seminggu cukup memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Bila hal itu sulit dilakukan, konsumsi multivitamin atau suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D.

3. Latihan fisik

Aktivitas fisik terbukti membantu proses penyerapan kalsium karena hal ini memberi rangsangan pada tulang untuk memperkuat strukturnya. Latihan fisik yang dianjurkan adalah yang menberi pembebanan seperti aerobic, jogging, senam lantai dan latihan dengan barbell atau kantong pasir.

4. Menghindarih al-hal yang mengganggu penyerapan kalsium

Hal-hak yang menghalangi penyerapan kalsium antara lain kopi, teh, soda, minuman beralkohol, coklat dan rokok.

Sayangi diri Anda, mencegah osteoporoais lebih baik sebelum terlambat. 

Baca Juga

Diet Seimbang

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*