Home > Nasehat > Mencari Ridlo Allah, Jauhi Lahan dan Musik

 

Ridlo Allah adalah Rahmat

Allah memberikan ridlonya kepada hambanya dengan memberikan hidayah atau petunjuk menetapi jalan yang dikehendakiNya dan memberikan kemudahan untuk menjauhi segala yang dilarangNya. Seseorang bisa masuk ke dalam surga karena rahmat yang Allah berikan kepadanya. Rahmat Allah terhadap manusia dan makhluknya tak ternilai bahkan jika manusia menghitungnya. “Lainsyakartum laazidanakum walainkafartum inna adzabi lasyadid”

Dalam suatu hadits Rasulullah SAW dikisahkan seorang hamba yang beribadah selama 500 minta dimasukan kedalam surga karena amalnya. Hamba yang merasa telah beribadah dan menjalankan perintah Allah dengan tekun merasa dengan amalannya tersebut akan masuk ke dalam surga. Allah perintah kepada Malaikat untuk memasukkan hamba tersebut karena rahmatNya. Setelah melewati hisaban Malaikat, besar amalan hamba tidak sebanding dengan rahmat yang Allah berikan semasa hidupnya. Maka Allah memerintahkan kepada Malaikat untuk menempatkan hamba tersebut ke dalam neraka. Akhirnya hamba tersebut bersujud dan memohon untuk dimasukkan ke dalam surga karena rahmat Allah.

Rahmat Allah, Jauhi Lahan dan Musik

Lahan adalah sesuatu kegiatan yang tidak ada hubungan dengan ibadah dan bahkan cenderung jauh dari ingat pada Allah. Demikian juga dengan musik dan nyanyian yang cenderung menjadi hayalan dan buaian baik dalam keadaan senang maupun sedih. Musik lebih banyak mudlorotnya daripada manfaatnya.

Mengajari anak dengan dzikir dan ingat pada Allah akan lebih bermanfaat daripada membiarkan anak-anak melakukan lahan yang pada akhirnya akan merusak dan mengotori hati. Secara umum kemaksiatan, keharoman, itu mengotori hati, kalau hati sudah kotor maka semua ilmu, kebaikan sulit masuk.

Termasuk cobaan yang paling sulit dihindari oleh orang adalah masalah musik. Musik dan nyanyian-nyayian. Musik menjadi penghias syetan bagi manusia untuk menghalang-halangi ingat kepada Allah.  Bahkan banyak musik dan nyanyian yang mengarah pada syirik dan menyekutukan Allah. Buaian alunan musik dan nyanyian justru akan mengeraskan hati dan pikiran manusia.

Nyanyian secara asal hukumnya halal, syaratnya:

1. Isinya benar, tidak mengandung kemaksiatan.
2. Tidak diselingi dengan instrumen musik.
3. Tidak sengaja menyerupai lagu-lagunya orang fasek. Buat lagu2 yang bagus, liriknya disamakan dengan orang fasek.
4. Tidak banyak (tidak jadi kebiasaan), karena akan mengeraskan hati.
5. Tidak dinyanyikan oleh perempuan kepada laki-laki,
6. Tidak dijadikan sebagai profesi.

Rasulullah SAW: “Akan ada dari beberapa umatku yang menganggap halal: Zina, Sutra, Arak dan Ma’aziz (Gitar/semua alat musik, harom bukan bendanya, tapi suara dan kegunaannya)”.

Memperbanyak lagu membuat orang jauh dengan Al-quran. Kalau tidak percaya, lihat diri kita sendiri, karena itu tidak bisa bersamaan.

“Cinta Alquran dan cinta lantunan-lantunan lagu, tidak akan bisa berkumpul pada hati seorang hamba. Demi Allah, mendengarkan suaranya penyanyi, para biduan, dampaknya dalam hati, dampaknha dalam iman seperti racun di dalam hati (karena banyaknya mendengarkan nyanyian-nyanyian).

Ketika orang sudah senang mendengarkan lagu-lagu, maka dia akan menjadi budaknya artis fulan artis fulan.”

Maka jauhkan anak-anak kita dari mendengarkan lagu-lagu dan musik. Dekatkan anak-anak kita dengan bacaan Alquran untuk menjadi penerang dalam hidupnya. Jadikan anak-anak kita senang membaca Alquran bahkan bisa menjadi tahfid quran. Anak yang tahifd quran niscaya akan menjadi penerang dalam kehidupannya dan menjadikan penerang juga bagi orang tua, masarakat, bangsa dan negara. 

Baca Juga:

Generus Cinta Al-Quran

Rombong Setan

Ingin Hidup Bahagia? Jadilah Mubaligh

Ayo Menghafal Qur’an

Kami Percaya Ulama

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*