Home > fiature > Kami Percaya Ulama
Kami Percaya Ulama

Kami Percaya Ulama

Ibarat istilah kata: marmut enak iwake, sederhananya kata itu menunjukkan bahwa daging marmut (kelinci) kalu sudah dimasak itu sangat enak dan lezat. Namun bukan itu yang dimaksud, boleh jadi pengertian makna istilah itu berbeda dan beragam mengartikannya.

Maksud dari istilah “marmut enak iwake” adalah menurut (manut) dengan aturan, maka bermanfaat bagi dirinya. Kalau dalam agama Islam, manut sesuai dengan ajaran Qur’an dan Hadits serta pitutur para ulama, maka hidupnya akan tenang dan bahagia.

Kalau dalam bermasyarakat, tentu saja manut dengan aturan yang ada didalam masyarakat, berbangsa dan bernegara. Hidup di negara Indonesia tercinta ini tentu saja harus manut dengan pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Allah menjadikan agama Islam adalah agama yang damai, agama yang mudah (Addinu yusrun), agama yang mewadahi seluruh lapisan masyarakat, seluruh bangsa bahkan menjadi agama untuk rahmatan lil’alamin sampai akhir zaman.

Kebaikan agama Islam yang di bawa oleh Rosulullah SAW mengedepankan akhlakul karimah (berbudi yang luhur) selalu mengedepankan tingkah laku yang baik. Penanaman akhlak yang mulia, berbicara yang baik, sopan-santun, unggah-ungguh, toto kromo, papan empan adepan, tepo seliro dengan saling hormat-menghormati dan saling menolong.

Percaya Ulama Beneran

Manut mengikuti tuntunan Allah dengan melaksanakan semua kewajiban-kewajiban yang diperintahkan di dalam Al-Qur’an. Menjauhi segala larangan, keharoman dan batas-batas yang mengakibatkan timbulnya salah dan dosa yang juga telah difirmankan di dalam Al-Qur’an. Serta iman dan percaya dengan cerita-ceritanya yang ada dalam Al-Qur’an.

Manut dengan suri tauladan Rosulullah SAW, penjelasan-penjelasan dari perintah dalam Al-Qur’an yang diterangkan di dalam Al-Hadits juga termasuk menjauhi larangan-larangan didalamnya.

Untuk lebih mudahnya tentu saja kita perlu mengerti, memahami dan menjalankannya dengan mengerti ilmunya terlebih dahulu. Maka penekanan mencari ilmu dengan proses mankul-musnad-mutassil sangat penting agar kita tidak salah dalam memahaminya.

Mencari ilmu dari guru yang sambung sampai Rosulullah SAW bisa dipastikan ilmu itu asli dan murni. Ibarat air dari sumbernya dialirkan melalui pipa-pipa yang tidak terputus, walaupun jauh pada akhirnya sampai kepada kita tetap asli dan murni. Demikian itu guru adalah para ulama yang senantiasa memurnikan agama Allah.

Itulah ulama, guru yang terus mengajarkan kemurnian dan keaslian agama Islam. 

Baca Juga

Mencegah Osteoporosis

Diet Seimbang

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*