Home > Jember > Apel Kebhinekaan di Jember, Tokoh Agama Supaya Menjaga Umat Tidak Terprovokasi
Apel Kebhinekaan di Kabupaten Jember

ldii-apel-kebhinekaan01

Bertindak sebagai inspektur apel kebhinekaan cinta damai di alun-alun Jember (15/11), wakil bupati Jember, KH. A. Mukid Arif meminta kepada tokoh agama, kyai, ulama, dan tokoh masyarakat untuk menjaga umat tidak terprovokasi demi keutuhan NKRI. Apel kebhinekaan cinta damai yang bertema “Melalui Hikmah Hari Pahlawan ke-71 Tahun 2016, Kita Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan NKRI yang Kokoh”.

Dalam amanahnya, Wakil Bupati Jember menyampaikan bahwa apel Kebhinekaan Cinta Damai sengaja diselenggarakan sebagai bentuk respon terhadap lingkungan strategis baik tatanan regional, nasional maupun global yang bergerak begitu cepat dan dinamis terutama yang berimplikasi kepada aspek keamanan dan ketertiban di Wilayah Jawa Timur.

Apel Kebhinekaan ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Jember, Pimpinan Satuan TNI Kabupaten Jember, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Ketua Nahdlautul Ulama Kabupaten Jember, Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Jember, Ketua Pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia dan seluruh Ketua Organisasi Masa Keagamaan Kabupaten Jember, Banser, FPI, Senkom Mitra Polri dan satuan Pramuka.

Dalam apel Kebhinekaan Cinta Damai dibacakan deklarasi bersama oleh personil Banser untuk memelihara Kebhinekaan Cinta Damai diikuti seluruh peserta apel besar. Wakil bupati sangat bersyukur dan berterimakasih kepada segenap ormasi Islam yang tidak ikut ke Jakarta dalam aksi demo pada 4 November 2016 yang lalu dan kondusivitas Jember sebelum dan sesudah aksi demo tetap terjaga dengan baik. Ketentraman Jember tetap terjaga ini berkat peran serta dari seluruh lapisan masyarakat yang peduli dengan cinta damai dengan terus memupuk kepedulian antar umat beragama demi utuhnya NKRI.

Sekretaris LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi, SP yang hadir dalam apel besar Kebhinekaan Cinta Damai turut bergandengan tangan bersama MUI, muspida dan ormas keagamaan seraya bersatu dalam tekad untuk tetap menjaga kebhinekaan demi tegaknya NKRI.

Ingatlah kata Bung Karno yang diteruskan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo:

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah; Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

Indonesia tanpa Islam bukanlah Indonesia; Indonesia tanpa Kristen bukanlah Indonesia; Indonesia tanpa Hindu bukanlah Indonesia; Indonesia tanpa Budha bukanlah Indonesia; dan Indonesia tanpa Kepercayaan bukanlah Indonesia. Maka jagalah Kebhinekaan, jagalah KeIndonesiaan; Jadikan semua sebagai kekuatan untuk menjadi negara Pemenang

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*