Selamat Idul Fitri 1435H

Selamat Idul Fitri 1435H

Jadilah Tim Solid dalam Keluarga Demi Suksesnya Dunia dan Akhirat

Sebait nasihat ulama pada waktu ijab kobul :
"Jadilah kamu sebagai suami yang bisa membantu menjadi partner atas istri untuk bisa meraih surga setinggi-tingginya, dan kamu istri... jadilah istri yang bisa membantu menjadi partner atas suami untuk bisa meraih surga setinggi-tingginya."



بسم الله الرحمن الرحيم

30:21

Allah berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang (mawaddah wa rohmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum 21)

Sudah diketahui bersama bahwa tujuan utama menikah adalah untuk menyempurnakan agama, mengikuti aturan Allah dalam menyempurnakan nikmatnya buat makhluknya di dunia ini. Mawaddah warohmah akan lebih terasa dengan cara berkeluarga seperti ini.

Dari Anas ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai Allah istri yang sholihat, maka sungguh Allah telah menolongnya atas separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separo yang lainnya.” (Rowahu ath – Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath dan al –Hakim)

Rasulullah SAW bersabda, “Nikahilah wanita yang penuh kasih sayang dan yang subur (banyak menghasilkan anak).” (Rowahu Abu Dawud, An- Nasa’i)

Selain itu sudah menjadi kodrat bahwa dalam menjaga keberlangsungan hidup dan kehidupan ini, Allah mengenalkan sebuah sistem yang disebut pernikahan. Lewat jalur inilah Allah berkehendak untuk menjaga keberlangsungan family (rahim), selain untuk menyempurnakan agama, guna berinvestasi dari masa ke masa. Jadi tidak hanya mencari kesenangan dan kenikmatan saja maksud dari pernikahan itu. Tetapi lebih. Kalau hanya itu tentu tak ada bedanya dengan lokalisasi atau seperti apa yang mereka lakukan yang menyebut dirinya beraliran bebas. Pernikahan adalah suci, sakral dimana Arsy dan sifat rahim Allah bergantung di situ.

13:38

Allah berfirman; “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.” (QS Ar-Ra’du 38)

Maka sekarang campurilah/gaulilah mereka dan carilah apa - apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. (QS Al- Baqoroh 187)

Inilah telaah lebih jauh dari arti mawaddah warohmah yaitu mendapatkan apa – apa yang telah ditetapkan Allah untuk manusia. Tak lain diantaranya adalah keturunan. Maka dalam hal ini petunjuk dari Rasulullah SAW begitu indah untuk kita cermati bersama.

Rasulullah SAW bersabda, ‘Maukah akau beritahukan kepada kalian, isteri – isteri kalian yang menjadi peghuni surga? Yaitu isteri yang penuh kasih, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya jika suaminya marah dia mendatangi kepada suami dan meletakkan tangannya di atas tangan suami seraya berkata, “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridho”.’ (Rowahu an- Nasa’i)

Namun sekarang ada sebagian orang yang “memlesetkan” pemahaman tentang atsar – atsar di atas, seperti misalnya tidak mau punya anak yang penting bahagia. Atau mengatur – atur, menunda – nunda dengan alasan belum siap dan tak mau repot karenanya. Bagaimana hal ini bisa diterima, sedangkan jelas – jelas disebutkan salah satu kebahagiaan dalam berumah tangga adalah jika memiliki anak. Lihatlah pasangan Brad Pit dan Angelina Jolie, mereka tak mau punya anak tetapi akhirnya adopsi anak dari berbagai benua. Dulu pasangan Tom Cruise dan Nicole Kidman juga sama adopsi anak, tak lain agar mereka mendapat kebahagiaan. Maka jadi paradox, jika ada orang mencari kebahagiaan tetapi tidak mau mendapatkan keturunan dari tulung sulbinya sendiri. Bisa dikatakan pasangan yang hanya ingin menikmati hubungan suami istri tetapi tidak mau memiliki anak, seperti orang mau enak saja tetapi tidak mau bahagia. Karena salah satu syarat kebahagiaan adalah menikmati setiap proses tahap demi tahap, baik yang menyenengkan ataupun tidak menyenangkan. Karena semua ini adalah sunnatullah.

“Ada empat perkara yang termasuk kebahagiaan, yaitu istri yang sholihah, anak – anak yang baik, lingkungan tempat bergaul yang baik dan rejekinya berada di negeri sendiri.” (Rowahu Ibnu Asaakir)

Bagi yang sudah punya anak bersyukurlah. Anaknya banyak bergembiralah, walau taraf kehidupan belum sebaik yang diinginkan setidaknya bisa “nyombong” sedikit seperti Abu Nawas. Kalau pun tidak bersyukurlah bahwa anda telah memiliki syarat kebahagiaan yang orang lain banyak yang belum dapatkan. Anda punya ladang berinvestasi menjadikan anak – anak itu anak yang sholih, yang bermanfaat baik bagi yang hidup maupun yang telah mati. Orang semisal Abu Nawas saja bisa memberikan pelintiran arti pentingnya anak sampai menyebut dirinya lebih kaya dari Allah, tentulah sangat istimewa makna anak dalam kehidupan ini. Bukan saja anak sebagai symbol sebuah kebahagiaan keluarga, akan tetapi lebih dari itu semua, sebagai penerus berkembangnya agama yang hak ini ila yaumil qiyamah. Bagi yang belum punya anak jangan berkecil hati berusahalah terus dan pasrahkan semua hasilnya hanya kepada Yang Khaliq. Nikmati prosesnya dan tunggulah hasilnya. Sebab ketika kita sudah memiliki anak, maka tersemai kewajiban di pundak kita untuk menjaganya dan menjadikan mereka seperti yang diajarkan oleh agama. Anak adalah amanat. Mari tunaikan dan bergembiralah.

Sambut Pesta Tahun Baru 2011 Dengan Pengajian Semalam Suntuk "Kreasi Muda-Mudi LDII Jember"

Pesta tahun baru biasanya adalah pesta yang hingar bingar dan penuh dengan alunan-alunan musik, pawai kembang api, dan pesta ria bersama, apalagi bagi para kawula muda tak terkecuali juga bagi para ABG dan kadang orang tuapun ikut meramaikannya. Suara-suara terompet dan tabuhan alat-alat perkusi memeriahkan perhelatan yang senantiasa diadakan setiap akhir tahun di malam tahun baru. Itulah pesta tahun baru yang selalu dinanti dan dimeriahkan, seakan menjadi kewajiban bagi setiap manusia untuk merayakan upacara pergantian tahun itu. Terkadang acara pesta tahun baru juga malah menjadi ajang kemaksiatan dengan pesta minuman keras, pesta sabu-sabu dan sejenisnya yang memabukkan.

Dalam rangka menjaga dan melatih generasi penerus bangsa, DPD LDII Kabupaten Jember mengumpulkan kader mudanya dalam acara "Pengajian Semalam Suntuk." Acara yang dilaksanakan pada malam tahun baru tersebut diisi dengan pembinaan agama oleh Kepala Depag Kabupaten Jember Bp. H. Zainul Arifin. 

Kepala Depag Kabupaten Jember "H. Zainul Arifin" sangat bangga dengan LDII yang mengadakan acara pengajian semalam suntuk bagi generasi mudanya sehingga tidak mengikuti kegiatan yang hura-hura dan tidak bermanfaat seperti kebanyakan muda-mudi dimalam menyambut datangnya tahun baru 2011. Dalam nasehatnya H. Zainul Arifin mengharap kepada warga LDII untuk bersama-sama dengan umat Islam lainnya saling bahu membahu untuk beribadah dan menjalankan syariat Islam sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Assunah. 

Pengajian semalam suntuk muda-mudi Jember yang dilaksanakan di Masjid Al-Manshurin dihadiri oleh 450 generasi muda dan beberapa pengurus serta pembina LDII Kabupaten jember tersebut menghabiskan 50kg beras, 75kg daging dan sayur-sayuran yang dimasak ala muda-mudi. Total biaya yang dikeluarkan DPD LDII dalam pelaksanaan semalam suntuk mencapai 3,5 juta. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Jember Drs. Sunardi, MT, bahwasanya dana tersebut sangatlah kecil dibandingkan dengan hasil yang hendak dicapai. Diharapkan dengan pelaksanaan pengajian semalam suntuk tersebut, para generasi muda LDII bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat terlebih dengan siraman rohani dari Kepala Depag Jember berupa penerapan akhlakul karimah dan juga tentang ilmu kemandirian. Acara pengajian semalam suntuk ini akan menjadi agenda rutin yang bagi DPD LDII Kabupaten Jember setiap akhir tahun dan dilaksanakan pada malam pergantian tahun baru.
Pengajian semalam suntuk ini dibuka untuk umum baik warga LDII maupun simpatisan dan masyarakat yang berminat. Semoga Alloh paring aman, selamat, lancar dan barokah. Amin

Dikisahkan dalam drama generus pada malam itu:
Alkisah proses akan disembelihnya Nabi Ismail oleh Nabi Ibrohim pada pengajian semalam suntuk akhir tahun tersebut menambah semaraknya pengajian di malam tahun baru 2011. Dengan seksama para peserta menyaksikan bagaimana dikisahkan seorang ayah (Nabi Ibrohim) yang dikaruniai seorang anak semata wayang pada usia senjanya diperintahkan oleh Alloh Sang Maha Pencipta untuk menyembelihnya (Apakah Ibrohim mampu melaksanakan kewajibannya?......
Dengan keimanannya dan ketulusan hati anaknya, manakala akan disembelih.....
Malaikat Zibril menggantinya dengan seekor kambing gibas sebagai tanda diterimanya ketaatan dan keimanan Nabi Ibrohim dan Nabi Ismali.
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

١- إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
٢- فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
٣- إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Ucapan Belasungkawa Atas Wafatnya “Ketua MUI Jember KH. Sahilun Nasir ”

Ucapan Belasungkawa Atas Wafatnya “Ketua MUI Jember KH. Sahilun Nasir ”

INNA LILLAHI WA INAILAIHI ROJI'UN


Segenap Pengurus 
DPP LDII, DPD LDII Provinsi Jatim dan DPD LDII Kabupaten Jember 

Mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya

 

“Ketua MUI Jember KH.Sahilun Nasir ”

Putra terbaik Jember Bp.Prof.DR.KH.Sahilun Nasir Pengasuh Ponpes Al Jauhar Jember 

Beliau adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Jember dan juga pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama.


  

Selamat Jalan Putra Terbaik Jember


Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan iman. Amin.



Ketua DPD LDII Kabupaten Jember
Drs. Sunardi, MT

Xixixixiiiiiiiiiiii............. AWAS ADA SETAN

Xixixixiiiiiiiiiiii............. AWAS ADA SETAN

AWAS ADA SETAN....!!!
Assalamualaikum.Wr.Wb
Seringkali kita menyalahkan setan sebagi biang kerok dari segala dosa yang kita perbuat. Padahal kalau kita lihat dalam Al-Quran, setan itu hanya bisa mengajak pada perbuatan dosa. Setan dan Iblis tidak bisa memaksa berbuat dosa.
Setan hanya mengajak dan memprovokatori manusia untuk berbuat dosa.Manusia mempunyai hak memlilih untuk melakukan perbuatan dosa atau tidak.
Dalam Kitab Suci Alqur’an Surat Ibrahim ayat 22 :

Berkata Syaithan : “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan padamu janji yang benar,dan akupun telah menjanjikan kepadamu,tetpi akau menyalahinya.Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu (manusia),melainkan (sekedar) aku menyeru kamu,lalu kamu mematuhi seruanku,, Oleh sebab itu janganlah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali kali tidak dapat menolongmu,dan engkaupun tidak dapat menolongku.Sesungguhnya aku tidak membenarkan  perbuatanmu mempersekutukanku (dengan Allah) sejak dahulu.Sesungguhnya orang yang zalim itu mendapat siksaaan yang pedih.
Jadi jelaslah kita tidak dapat menyalahkan setan. Apalagi memintanya bertanggung jawab atas dosa yang kita perbuat. Kita mengantuk waktu mengaji, setan kita salahkan.Kita berbuat maksiat, setan pula kita salahkan. Padahal jelas dalam ayat di atas, setan hanya bisa menghimbau dan menyeru, tidak bisa memaksa, apalagi secara fisik menarik tangan kita untuk memegang wanita yang bukan muhrim, atau menarik bibir kita untuk mencium perempuan yang disukai. Tapi kalau sudah kejadian maksiat terjadi, biasanya kita ngomong “Dasar Setan..!!!”...
Padahal setan Cuma menjalankan sumpahnya dan menjalankan perannya sebagai bentuk kekecewaaannya di usir dari surga.Inilah yang perlu kita waspadai, dendam Iblis begitu besar kepada  manusia. Dia diusir dari surga karena kesombongannya, karena itu iblis berusaha  menularkan penyakit congkak dan sombong ini kepada manusia, untuk menyeret manusia bersama dengannya ke Neraka. Kesombongan iblis terhadap Adam adalah kesombongan yang disebabkan oleh nasab (asal muasal). Dan kemudian kesombongan itu menyeretnya kepada kesombongan terhadap perintah Allah swt. Jadi kalau ada manusia yang merasa  bangga  dan sombong karena nasab (asal muasalnya), misalnya turunan raja, keraton, atau turunan kyai, maka manusia ini sudah jadi murid iblis.
Dan para orang yang banyak ilmu, orang yang ditokohkan, orang yang banyak nasehat bukanlah orang yang dikecualikan. Kalau manusia sudah tertulari penyakit ini, tak peduli apapun profesinya dan pekerjaannya, setinggi apapun ilmunya, sebanyak apapun amal kebajikannya, dia akan menganggap dirinya sebagai yang paling baik dan menganggap pihak yang berbeda dengannya tidak bernilai bahkan sebagai musuh.Orang seperti ini sudah susah dinasehati, merasa benar sendiri. Seolah Surga hanya miliknya sendiri.
Jadi kuncinya sebenarnya adalah perkuat benteng iman dari himbauan dan provokasi setan iblis laknat jahanam ini, bukan hanya bisa menyalahkan, tapi tidak menambah tebal benteng iman dengan banyak mengaji, mengamal, membela, mendatangi pengajian, dan meningkatkan Taqwa kita pada Allah dan RasulNya.
Ada baiknya kita berpegang pada suatu kaidah ini. Apabila kita berpihak pada sesuatu, maka mesti ada pihak yang dikorbankan. Kalau kita berpihak pada jalan Allah, maka setan korbannya karena seruannya gagal. Kalau kita berpihak pada seruan Setan, maka kita sendiri yang jadi korbannya. Tinggal kita memlih, mengorbankan Setan atau mengorbankan diri kita sendiri.

Wassalamu alikum Wr.Wb
PENTINGNYA MENIMBA ILMU AL QURAN - AL HADITS

PENTINGNYA MENIMBA ILMU AL QURAN - AL HADITS

BAB ILMU


1.WAJIBNYA MENCARI ILMU AL QURAN-AL HADITS

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنَّ اللهَ يَبْغَضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ سَخَّابٍ فِى اْلأَسْوَاقِ جِيْفَةٍ بِاللَّيْلِ حِمَارٍ بِالنَّهَارِ, عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِاْلآخِرَةِ
 رواه البيهقى
Dari Abu Huroiroh berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya Alloh murka pada tiap-tiap orang yang kasar, sombong, lagi banyak ramainya di dalam pasar. (Mereka) yang seperti bangkai di malam hari (tidak pernah sholat malam dan memperbanyak tidur) dan seperti himar di siang hari (ramai2 di siang hari). Pintar masalah duniawi dan bodoh masalah akhirot (Ilmu Quran Hadits)" (HR Baihaqi)

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ ٱللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُولُ يَاأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا ٱلْعِلْمُ بٱِلتَّعَلُّمِ وَٱلْفِقْهُ بِٱلتَّفَقُّهِ وَمَنْ يُرِدِ ٱللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي ٱلدِّينِ وَإِنَّمَا يَخْسَى ٱللهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَاءُ
 رواه الطبراني
Dari Mu'awiyah berkata : "Aku mendengar Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Wahai manusia ! Sesungguhnya (untuk mendapatkan) ilmu adalah dengan belajar, dan (untuk mendapatkan) kepahaman adalah dengan berusaha untuk paham. Dan barangsiapa yang Alloh menghendaki baik kepadanya, maka Alloh akan menjadikannya paham dalam masalah agama. Dan sesungguhnya yang bisa takut kepada Alloh, dari (semua golongan) hamba-Nya adalah para ulama' !" (HR Thobroni)

ٱلْعِلْمُ حَيَاةُ ٱلإِسْلاَمِ وَعِمَادُ ٱلإِيْمَانِ وَمَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَتَمَّ ٱللهُ أَجْرَهُ وَمَنْ تَعَلَّمَ فَعَمِلَ عَلَّمَهُ ٱللهُ مَا لَمْ يَعْلَم
 رواه أبو الشيخ
"Ilmu adalah kehidupannya Islam dan tiangnya keimanan. Dan barangsiapa mengajarkan ilmu, maka Alloh akan menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa yang belajar, lantas mengamalkan(nya), maka Alloh akan mengajarkan kepadanya apa-apa yang tidak ia ketahui" (HR Abu Syaikh)

2.KEUTAMAAN MENCARI ILMU

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ تَعَالَى يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ
وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
 رواه ابو داود كتاب الصلاة
Dari Abu Huroiroh : Dari Nabi Shollallohu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam rumah Alloh dari beberapa rumah Alloh (Masjid), dimana mereka membaca dan saling menderes Kitab Alloh (Al Quran), kecuali turun atas mereka ketenangan, menutupi atas mereka rohmat, mengelilingi atas mereka malaikat dan menyebutlah Alloh tentang mereka dikalangan orang-orang di sisiNya" (HR Abu Dawud)

قَالَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِذَا جَلَسَ الْمُتَعَلِّمُ بَيْنَ يَدَيِ الْعَالِِمِ فَتَحَ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ سَبْعِيْنَ بَابًا مِنَ الرَّحْمَةِ, وَلاَ يَقُوْمُ مِنْ عِنْدِهِ اِلاَّ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ, وَاَعْطَاهُ اللهُ بِكُلِّ حَرْفٍ ثَوَابَ سِتِّيْنَ شَهِيْدًا, وَكَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ حَدِيْثٍ عِبَادَةَ سَبْعِيْنَ سَنَةً, وَ بَنَى اللهُ لَهُ بِكُلِّ وَرَقَةِ مَدِيْنَةٍ كُلِّ مَدِيْنَةٍ مَثَلَ الدُّنْيَا عَشْرَ مَرَّاةٍ
رواه الديلمى عن جابر بن عبد الله
Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam besabda : "Ketika murid duduk dihadapan gurunya maka Alloh Ta'ala membuka baginya 70 pintu rohmat dan tidaklah sang murid berdiri dari tempat duduknya, melainkan seperti halnya ketika ia dilahirkan (bersih dari dosa). Alloh memberi untuk tiap-tiap huruf (dalam Al Quran yang dipelajari), pahala 60 syuhada', dan Alloh menulis baginya untuk tiap hadits (yang dipelajari), pahala ibadah selama 70 tahun dan Alloh membangun baginya untuk tiap mata uang yang ia keluarkan (untuk mencari ilmu), 10x dunia" (HR Ad Dailamiy dari Jabir bin Abdillah)

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ لأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ أَيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ وَلأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ
 رواه ابن ماجه 219
Dari Abu Dzarr berkata : Bersabda kepadaku Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Wahai Abu Dzarr, niscaya jika engkau pagi-pagian, lantas engkau belajar satu ayat dari Kitab Alloh (Al Quran), itu lebih bagimu dari jika engkau sholat sunnah 100 rokaat. Dan niscaya jika engkau pagi-pagian, lantas engkau belajar satu bab dari Ilmu (Al Hadits), baik (ilmu itu) diamalkan atau tidak diamalkan, itu lebih baik bagimu daripada jika engkau sholat 1000 rokaat (HR Ibnu Majah 219)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ  رواه الترمذي 2785
Dari Anas bin Malik berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Barangsiapa yang keluar didalam mencari ilmu (Al Quran-Al Hadits), maka dia didalam sabilllah hingga dia kembali (pulang) (HR Tirmidzi 2785)

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَنْ جَاءَهُ الْمَوْتُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْمَ لِيُحْيِيَ بِهِ اْلإِسْلاَمَ فَبَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّينَ دَرَجَةٌ وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ
 رواه الدارمي 358
Dari Hasan berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Barangsiapa yang telah datang kepadanya kematian, dan dia sedang mencari ilmu (Al Quran-Al Hadits), (dengan tujuan) untuk menghidup-hidupkan Islam dengan ilmu tersebut, maka diantara dia dan para Nabi adalah satu derajat di surga (HR Darimi 358)

3.KEUTAMAAN MENGAJARKAN ILMU

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
 رواه مسلم
Dari Abu Huroiroh : Sesungguhnya Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Ketika seorang manusia meninggal dunia, putuslah amalnya kecuali pada 3 perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anaknya yang sholih yang mendoakan kepadanya !". (HR Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ أَوْ مُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لإِبْنِ السَّبِيلِ بنَاَهُ أَوْ نَهَرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
 رواه ابن ماجه 242
Dari Abu Huroiroh berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya sebagian dari apa-apa yang menyusul kepada orang beriman, dari sebagian amalan dan kebaikan-kebaikannya, setelah kematiannya adalah ilmu yang dia ajarkan dan dia sebarkan, anak-anak sholih yang dia tinggalkan, Mushaf (Al Quran) yang dia waritskan, masjid yang dia bangun, rumah untuk Ibnu Sabil yang dia bangun, sungai yang dia alirkan (untuk kepentingan masyarakat) dan shodaqoh yang dia keluarkan semasa sehatnya dan semasa hidupnya. (Amalan-amalan itu) akan menyusul kepadanya setelah kematiannya !" (HR Ibnu Majah 242)

4.KEUTAMAAN AHLI ILMU

قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُو الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
سورة المجادلة 11
Alloh akan mengangkat orang Iman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat dan Alloh Maha Waspada terhadap apa-apa yang kalian kerjakan" (QS. Al Mujadalah 11)

أَنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيْمَ أَوْصَى ابْنَهُ فَقَالَ يَا بُنَيَّ جَالِسِ الْعُلَمَاءَ وَزَاحِمْهُمْ بِرُكْبَتَيْكَ فَإِنَّ اللهَ يُحْيِي الْقُلُوبَ بِنُوْرِ الْحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِى اللهُ الأَرْضَ الْمَيْتَةَ بِوَابِلِ السَّمَاءِ
رواه مالك في الموطأ 1889
"Sesungguhnya Lukman Al Hakim wasiat kepada anaknya : Wahai anakku menemanilah duduk para ulama' dan menempelkanlah lututmu pada mereka, sebab sesungguhnya Alloh menghidupkan hati dengan cahaya hikmah sebagaimana Alloh menghidupkan bumi yang mati dengan derasnya air hujan" (HR Malik dalam kitab Al Muwattho')

عَنْ أَبِي حَفْصٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُوْلُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنَّ مَثَلَ الْعُلَمَاءِ فِي اْلأَرْضِ كَمَثَلِ النُّجُومِ فِي السَّمَاءِ يُهْتَدَى بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ فَإِذَا انْطَمَسَتِ النُّجُومُ أَوْشَكَ أَنْ تَضِلَّ الْهُدَى
 رواه أحمد
Dari Abu Hafsh yang bercerita kepada muridnya, bahwa sesungguhnya dia mendengar Anas bin Malik berkata : "Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya gambaran ulama' di bumi sebagaimana gambaran bintang di langit, yang dijadikan alat petunjuk didalam gelapnya daratan dan lautan. Maka ketika bintang telah terbenam, hampir-hampir hilanglah alat petunjuk itu !" (HR Ahmad)

أَيُّمَا نَاشِئٍ نَشَأَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ وَالْعِبَادَةِ حَتَّى يَكْبُرَ أَعْطَاهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوَابَ اثْنَيْنِ وَسَبْعِيْنَ صِدِّيْقًا
 رواه الطبراني فى الكبير
"Siapapun pemuda yang tumbuh dalam mencari ilmu dan ibadah hingga masa tuanya, maka Alloh akan memberinya di hari kiamat pahalanya 72 orang shiddiq" (HR Thobroni)

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيْهِ أُلْبِسَ وَالِدَهُ تَاجًا بَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِيْ بُيُوْتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِبْكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا
 رواه ابو دود عن معاذ الجهني
"Barangsiapa yang membaca Al Quran dan mengamalkan apa-apa yang terkandung didalamnya, maka akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya sebuah mahkota di hari kiamat. Sinar mahkota tersebut lebih bagus dari sinar matahari (yang menerangi) rumah-rumah dunia. Maka seandainya, matahari itu ada di kalangan kalian (kalian ketahui terangnya), maka bagaimana persangkaan kalian terhadap (ganjaran) orang yang mengamalkan (dan membaca Quran) ini" (HR Abu Dawud dari Mu'adz al Juhanniy)

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَجُلاَنِ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ وَاْلأَخَرُ عَالِمٌ, فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَي أَدْنَاكُمْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
 رواه الترمذي 2825
Dari Abu Umamah Al Bahiliy berkata : Diceritakan kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam dua orang laki-laki, salah satunya adalah ahli ibadah, dan yang lain adalah ahli ilmu. Maka bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa SallamI : "Keutamaan seorang ahli ilmu atas ahli ibadah, ibarat keutamaanku mengalahkan (keutamaan) orang-orang hinanya kalian !". Kemudian bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya Alloh, malaikat-malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi, sampai semut yang berada di liangnya, sampai ikan-ikan, niscaya mendoakan rohmat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia" (HR Tirmidzi 2825)

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ سَاعَةٌ مِنْ عَالِمٍ يَبْكِي عَلَى فِرَاشِهِ وَيِنْظُرُ فِي عَمَلِهِ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ الْعَابِدِ سَبْعِينَ عَامًا
 رواه الديلمي 3504
Dari jabir berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Sesaat dari seorang ahli ilmu, yang menangis diatas tempat tidurnya dan melihat didalam amalannya (instropeksi—ket), adalah lebih baik daripada ibadahnya seorang ahli ibadah selama 70 tahun!" (HR Dailami 3504)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا اجْتَمَعَ الْعَالِمُ وَالْعَابِدُ عَلَى الصِّرَاطِ قِيلَ لِلْعَابِدِ أُدْخُلِ الْجَنَّةَ وَتَنَعَّمَ بِعِبَادَتِكَ وَقِيلَ لِلْعَالِمِ قِفْ هُنَا فَاشْفَعْ لِمَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ لاَ تَشْفَعُ لإَحَدٍ إِلاَّ شُفِّعْتَ, فَقَامَ مَقَامَ اْلأَنْبِيَاءِ
 رواه الديلمي 1293
Dari Ibnu Abbas berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Ketika seorang ahli ilmu dan ahli ibadah berkumpul diatas jembatan (antara surga dan neraka), dikatakan kepada ahli ibadah : "Masuklah engkau ke surga, dan rasakanlah kenikmatan (surga) sebab ibadahmu !". Dan dikatakan kepada ahli ilmu : "Berhentilah disana (di jembatan), maka berilah syafaat kepada orang yang engkau sukai, maka sesungguhnya engkau tidak memberi syafaat kepada seseorang, melainkan diterima syafaatmu !". Maka berdirilah ahli ilmu terseut pada kedudukannya para Nabi !" (HR Dailami 1293)

عَنْ عُثْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَوَّلُ مَنْ يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ
 رواه الخرائطي
Dari Utsman berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Lebih dahulunya orang yang memberi syafaat pada hari Qiamat adalah para Nabi, kemudian para ulama', kemudian para syuhada' !" (HR Khoroithiy)

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ سَتَكُوْنُ فِتَنٌ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيْهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا إِلاَّ مَنْ أَحْيَاهُ اللهُ بِالْعِلْمِ
 رواه إبن ماجة
Dari Abu Umamah berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Akan ada masa fitnah dimana seorang laki-laki di pagi hari dalam keadaan iman, tapi kemudian menjadi kafir di sore hari, kecuali (yang tidak menjadi kafir) orang-orang yang Alloh hidupkan dengan ilmu" (HR Ibnu Majah)

إِذَا تَبَحَّرَ ٱلرَّجُلُ فِي ٱلْحَدِيثِ كَانَ ٱلنَّاسُ عِنْدَهُ كَٱلْبَقَرِ (إيني أوجفاب أهل حديث)
Ketika seorang laki-laki telah mahir dalam hal hadits, maka manusia disisinya ibarat sapi (Ucapan ahli hadits)

3.ILMU DI ZAMAN AKHIR

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِى بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ يِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوْسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوْا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ
عِلْمٍ فَضَلُّوْا وَأَضَلُّوْا
 رواه البخارى
Dari Abdillah bin Amr bin Al 'Ash berkata : Aku mendengar Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam bersabda :"Sesungguhnya Alloh tidak menggenggam (menghilangkan) ilmu dengan sekali mencabut sehingga Alloh benar-benar mencabutnya dari hamba. Akan tetapi (Alloh menghilangkan ilmu) dengan mewafatkan para ulama'. Sehingga ketika tidak tersisa seorangpun ulama', para manusia mengangkat pemimpin yang bodoh, yang ketika mereka ditanya (tentang suatu hukum) mereka menghukumi dengan tanpa berdasar ilmu (Quran Hadits), maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR Bukhori)

عَنْ اَبِى اُمَامَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اَنَّهُ قَالَ خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ اَنْ يَذْهَبَ قَالُوا وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللهِ وَفِيْنَا كِتَابُ اللهِ, قَالَ فَغَضِبَ لاَ يُغْضِبُهُ اللهُ ثُمَّ قَالَ ثَكِلَتْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ اَوَلَمْ تَكُنِ التَّوْرَاةُ وَاْلإِنْجِيْلُ فِى بَنِى إِسْرَاﺋِﻴْﻞَ, فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمْ ﺷَﻴْﺌًﺎ, إِنَّ ذِهَابَ الْعِلْمَ اَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ, إِنَّ ذِهَابَ الْعِلْمَ اَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ
رواه الدارمى 245
"Dari Abu Umamah dari Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam bersabda ; "Mencarilah ilmu sebelum ilmu itu hilang!, Sahabat bertanya : "Bagaimana ilmu itu bisa hilang wahai Nabiyulloh, padahal ada Kitab Alloh di kalangan kami ?". Abu Umamah berkata : Maka Nabi marah yang tidak pernah Alloh membuat Nabi marah seperti itu, kemudian Nabi bersabda : "Kalian kehilangan ibu kalian ! Bukankah telah ada Taurot dan Injil di kalangan Bani Isroil, tapi keduanya tidak mencukupi bagi mereka (sehingga akhirnya keaslian kedua kitab itu hilang). Sesungguhnya hilangnya Ilmu adalah bila telah hilang (wafat) si pembawa ilmu 2x !" (HR Ad Darimi 245)

4.ANCAMAN BAGI AHLI ILMU
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
 سورة البقرة 44
Mengapa engkau perintahkan manusia (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)-mu sendiri, padahal engkau membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir? (QS Al Baqoroh 44)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ  كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ
 سورة الصف 2-3
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang kalian (sendiri) tidak perbuat?—Amat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kalian kerjakan (QS As Shof 2-3)

عَنْ اَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الزَّابَانِيَةُ اِلَى فَسِقَةِ حَمَلَةِ الْقُرْاٰنِ اَسْرَعُ مِنْهُمْ اِلَى عَبَدَةِ اْلاَوْثَانِ فَيَقُوْلُوْنَ يُبْدَأُ بِنَا قَبْلَ عَبَدَةِ اْلاَوْثَانِ فَيُقَالُ لَهُمْ لَيْسَ مَنْ يَعْلَمُ كَمَنْ لاَ يَعْلَمُ
رواه الطبرانى
"Dari Anas berkata : bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Malaikat Zabaniyah lebih cepat (lebih dahulu menyeret ke neraka) bagi orang fasiq dari kalangan pembawa Quran daripada penyembah berhala, maka para pembawa Quran berkata : Mengapa kami lebih dahulu (disiksa) daripada para penyembah berhala ?. Maka dikatakan bagi mereka : Tidaklah sama antara orang yang tahu (berilmu) dan orang yang tidak tahu (tidak berilmu)" (HR At Thobroni)

أَشَدُّ النَّاسِ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَمْكَنَهُ طَلَبُ الْعِلْمِ فِى الدُّنْيَا فَلَمْ يَطْلُبْهُ وَرَجُلٌ عَلَّمَ عِلْمًا فَانْتَفَعَ بِهِ مَنْ سَمِعَهُ مِنْهُ دُوْنَهُ
 رواه ابن عساكر
"Paling menyesalnya manusia di hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mempunyai kesempatan untuk mencari ilmu (Quran Hadits) di dunia tetapi dia tidak mencarinya. Serta seorang laki-laki yang mengajarkan ilmu (Quran Hadits), maka orang yang diajarkannya dapat mengambil manfaat (dapat mengamalkannya), selain dia (dia malah tidak dapat mengambil manfaat dari ilmu yang ia ajarkan)" (HR Ibnu Asakir).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ
 رواه الترمذي
Dari Abu Huroiroh berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang dia ajarkan kepadanya, kemudian dia menyimpannya, maka dia diikat di hari Qiamat dengan tali dari api " (HR Tirmidzi)

5.ADAB BAGI AHLI ILMU

وَقَالَ عَلِيٌّ حَدِّثُوا النَّاسَ بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ اللهُ وَرَسُولُهُ
 رواه البخاري
Berkata Ali : "Berceritalah kepada manusia (tentang ilmu) sesuai dengan apa yang mereka ketahui. (sesuai tingkat pemahaman mereka—ket). Apakah kalian senang jika Alloh dan Rosul-Nya didustakan (hanya karena kalian menerangkan sesuatu diluar daya pemahaman mereka) ? (Riwayat Bukhori)

6.ANCAMAN MENCARI ILMU TIDAK KARENA ALLOH
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِغَيْرِ اللهِ أَوْ أَرَادَ بِهِ غَيْرَ اللهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
 رواه ابن ماجه 258
Dari Ibnu Umar berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Barangsiapa mencari ilmu karena selain Alloh atau dia menghendaki dengan ilmu tersebut pada selain Alloh, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di Neraka !" (HR Ibnu Majah 258)

عَنْ¬ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيْحَهَا
 رواه ابن ماجه 252
Dari Abu Huroiroh berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam : "Barangsiapa yagn belajar ilmu (Al Quran—Al Hadits), dari apa-apa (yang seharusnya) dicari wajah Alloh dengan ilmu tersebut, (tetapi) dia tidak mempelajarinya kecuali agar dia dapatkan kesenangan dunia dengan ilmu tersebut, maka tidak akan dia jumpai baunya surga di hari Qiamat, yakni (Nabi menghendaki pada) bau wanginya surga" (HR Ibnu Majah

Tournamen Sepak Bola "DPD LDII CUP 2010"

Tournamen sepak bola "DPD LDII CUP 2010" secara resmi dibuka oleh ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Drs. Sunardi, MT, di lapangan Brigif Jember, Minggu (19/5). Tournamen piala bergilir DPD LDII CUP 2010 tersebut diikuti oleh semua PC dan PAC se Kabupaten Jember. Tournamen sepak bola ini menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai ajang silaturrohim antar PC dan PAC khususnya untuk mengasah kebugaran, kesehatan para warga LDII dan seebagai ajang pencarian bakat di bidang sepak bola.

Dalam arahannya Drs. Sunardi, MP mengatakan silahkan anda sekalian berlomba memasukkan gol sebanyak-banyaknya dengan permainan secantik-cantiknya tanpa harus menjegal apalagi mencederai yang lain, karena dalam tournamen ini semuanya adalah kawan bukanlah lawan. Kepada para suporter juga diharapkan agar dalam memberikan yel-yel atau penyemangat kepada timnya supaya bisa menjadi suporter yang baik dan dapat menciptakan suasana pertandingan sepak bola menjadi hidup dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

TUNTUNAN BERPAKAIAN DAN BERHIAS YANG BENAR MENURUT ISLAM

TUNTUNAN BERPAKAIAN DAN BERHIAS YANG BENAR MENURUT ISLAM


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya : Alloh berfirman : "dan sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya atas budi pekerti yang agung
(Surat Al-Qolam ayat 4)
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
Artinya : Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan baiknya budi pekerti
 (adiwayat ahmad)


Bagi Laki-Laki:
·         Berpakakaian rapi, sopan dan benar menurut syariat Islam.[1]
·         Tidak boleh memakai kain sutera.[2]
·         Tidak memakai celana yang dilubangi/disobek-sobek, ketat dan ditempeli stiker.
·         Tidak boleh berpakaian menyerupai wanita.[3]
·         Tidak boleh memakai perhiasan emas.[4]
·         Tidak mewarnai rambut dengan warna hitam.
·         Tidak mewarnai rambut dengan warna yang tidak pantas.
·         Memotong rambut dengan rapih.[5]
·         Merapihkan kumis.[6]
·         Disunahkan memakai minyak wangi.[7]

Bagi Perempuan :
·         Berpakaian rapih, sopan dan benar menurut syariat islam.[8]
·         Tidak boleh berpakaian menyerupai laki-laki.[9]
·         Tidak boleh memakai rambut palsu dan atau memasangkan.[10]
·         Tidak boleh mencukur gundul.[11]
·         Tidak boleh memotong rambut kepala sehingga menyerupai laki-laki.[12]
·         Tidak boleh mencukur alis.[13]
·         Tidak berdandan /bersolek secara berlebihan.
·         Tidak boleh memakai wangi-wangian yang semerbak baunya.[14]


[1] HR. Abu Daud Kitab Al Libar
Pakaian  bawah tidak dibawah mata kaki (nglembreh)
[2] HR. Tirmidzi Kitab Al Libas
[3] HR. Bukhori Kitab Al Libas
[4] HR. Tirmidzi Kitab Al Libas
[5] HR. Abu Daud Kitab At-Tarojjil
[6] HR. Bukhori Kitab Al Libas dan HR. Muslim Kitab At-Thoharoh
[7] HR. Abu Daud Kitab At-Tarojjil
[8] QS. An-Nur ayat31, QS. Al Ahzab ayat59, HR.Muslim Kitab Al-Libas dan HR. Abu Daud Kitab Al-Libas
Berkerudung hingga menutup leher dan dada, pakaian atas: lengan panjang sampai menutup pergelangan tangan. Pakaian bawah: menutup mata kaki (nglembreh). Pakaian tidak boleh ketat, tipis/transparan.
[9] HR. Bukhori Kitab Al-Libas
[10] HR. Bukhori Kitab Al-Libas
[11] HR. Nasa’I Kitab Az-Zinah
[12] HR. Bukhori Kitab Al-Libas
[13] HR. Bukhori Kitab Al Libas
[14] HR. Abu Daud Kitab Al Libas

Daftar Blog

PARADIGMA BARU

GENERUS ISLAMI

Generus Ldii Slideshow: Bob’s trip to Jember, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jember slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

SELAMAT DAN SUKSES


LDII Jember

GO GREEN MADIUN

GO GREEN MADIUN
Disampaian 24 Desember 2011

Daftar Posting

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian | Selamat dan Sukses Rakernas LDII di Bogor 11-12 April 2012 |

Facebook Badge

Like FB Fan Page Please

DPD LDII JEMBER

Foto Saya
0331-427686 081358051505 085236652111 ldiijember@gmail.com ldii_jember@yahoo.com